Banyak Faktor yang Menjadikan Oezil Raja Assist

Banyak Faktor yang Menjadikan Oezil Raja Assist

Banyak Faktor yang Menjadikan Oezil Raja Assist

Agen Judi Bola - Mesut Oezil, salah satu yang terbaik di dunia, adalah pemain yang hebat. Musim ini dia naik tingkat. 

Satu assist pada pertandingan melawan Tottenham Hotspur, pekan lalu (8/11), tidak hanya menyelamatkan Arsenal dari kekalahan, namun juga mengantar Oezil mencetak sejarah. Oezil menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak assist dalam enam pertandingan secara beruntun di satu musim Premier League yang sama. 

Secara keseluruhan Oezil telah mencetak sepuluh assist dalam sebelas pertandingan Premier League musim ini. Ia mencetak delapan di antaranya dalam enam pertandingan beruntun sejak pekan ketujuh. 

Seorang pemain, dengan bantuan banyak pemain lain, dapat mencetak delapan gol dalam enam pertandingan secara beruntun. Ia hanya perlu memanfaatkan puluhan umpan dari banyak pemain yang sudah memahami karakternya untuk mencetak gol. 

Namun mencetak delapan assist dalam enam pertandingan beruntun untuk lebih dari satu pemain dengan karakter yang berbeda-beda jelas lain soal. Tanpa memandang rendah keahlian para pencetak gol, mencetak assist adalah pekerjaan yang tingkat kesulitannya lebih tinggi.
 
Dengan assist-nya Oezil mengantar Arsenal menuju kemenangan demi kemenangan. Dalam delapan pertandingan di mana Oezil mencetak assist, Arsenal tidak pernah kalah; hanya satu kali bermain imbang, selebihnya menang.

Oezil Arsenal

Dalam delapan pertandingan lain di mana Oezil tidak mencetak assist (pertandingan-pertandingan yang tidak melibatkan Oezil tidak dihitung), Arsenal juga satu kali bermain imbang. Namun tujuh pertandingan lainnya berakhir dengan lima kekalahan dan dua kemenangan. Patut dicatat bahwa dalam satu dari dua kemenangan ini Oezil mencetak gol. Dengan kata lain, dari tujuh pertandingan di mana Oezil tidak mencetak gol atau assist, Arsenal hanya satu kali menang. 

Pemain hebat dan pemain hebat yang mampu mengangkat kualitas kesebelasan tidak sama. Sejak masih membela Werder Bremen dan Real Madrid serta dalam dua musim pertamanya di Arsenal, Oezil sudah cukup hebat untuk diakui kehebatannya oleh dunia. Namun musim ini ia jelas naik kelas. Penyebabnya? Ada beberapa...

Alasan pertama adalah fisik yang lebih baik. Per Mertesacker berpendapat bahwa Oezil sekarang ini jauh lebih baik dan secara rutin bermain baik karena fisiknya sudah jauh lebih terbiasa kepada kerasnya Premier League. 

“Ia mengalami beberapa masalah cedera dalam dua musim pertamanya namun sekarang ia sudah menjadi sosok penting dalam permainan kami,” ujar Mertesacker sebagaimana dikutip dari situs resmi Arsenal. “Kualitas permainannya memberi kami peluang menang yang lebih besar ... Permainannya jauh meningkat dan kerasnya (Premier League) tidak lagi membuatnya kesulitan.” 

Alasah kedua adalah usia. Bersamaan dengan masuknya Oezil ke usia emas pemain sepakbola, ia menjadi pemain yang lebih dewasa dan secara taktikal lebih baik. 

“Ia berusia 27 tahun sekarang. Itu adalah usia emas seorang pemain sepakbola, 27 hingga 31, 32, usia di mana kita memahami pekerjaan kita, di mana kita mulai menyadari bahwa yang penting bukan hanya bermain, namun juga menang,” ujar Arsène Wenger, manajer Arsenal, sebagaimana dikutip dari The Guardian. 

“Kita memasuki masa itu berpikir ‘akhirnya’. Ketika kita berusia di bawah 25 tahun kita merasa kita dapat bermain selamanya. Begitu memasuki usia 27 tahun kita menyadari sudah waktunya untuk mengkapitalisasi apa yang sudah kita pelajari dan efisiensi sedikit mengungguli hasrat bermain,” tambah manajer asal Prancis tersebut. 

Masuknya Oezil ke usia emas membuatnya lebih mampu memimpin. Wenger, setelah pertandingan melawan Tottenham, memuji kepemimpinan Oezil. 
“Ia bermain luar biasa lagi,” ujar Wenger. “Ia telah tumbuh menjadi pemain yang sangat hebat karena ia sekarang memiliki komiten, kualitas seorang pemimpin, dan tanggung jawab. Saya sangat puas dengan perkembangannya.” 

Oezil memimpin dengan kerja keras. Menurut catatan Opta, ia adalah pemain dengan jarak tempuh terjauh (10,5 km) dalam pertandingan melawan Tottenham. Satu pertandingan memang tidak cukup untuk menjadi contoh, namun memang dalam pertandingan inilah Wenger melihat kepemimpinan Oezil.

Oezil

Patut dicatat bahwa pertandingan melawan Tottenham adalah satu dari dua pertandingan yang tidak Arsenal menangi sejak kalah 2-3 dari Olympiakos di akhir bulan September. Dalam pertandingan yang sulit, Oezil bekerja lebih keras dari biasanya untuk memastikan Arsenal mendapat hasil terbaik. 

Alasan ketiga dari kenaikan derajat Oezil adalah perubahan posisi. Musim ini ia kembali bermain di belakang penyerang, posisi favoritnya, setelah menghabiskan kebanyakan waktu dalam dua musim pertamanya di Arsenal sebagai penyerang sayap. 

Oezil bermain sebagai penyerang sayap sebenarnya bukan perkara besar. Ia bukan pemain nomor 10 klasik yang daerah operasionalnya adalah di tengah. Ia bermain melebar dan menjelajah, seringkali ke sayap, untuk memberi yang terbaik bagi kesebelasannya: mencari posisi terbaik untuk menerima dan melepas umpan atau membuka ruang untuk pemain lain. 

Semasa membela Real Madrid pun banyak assist Oezil yang berasal dari area sayap. Dan di Tim Nasional Jerman ia adalah seorang penyerang sayap. Karenanya di posisi itu pula ia ditempatkan di Arsenal. 

Oezil tidak mempermasalahkan posisi bermainnnya. Namun bermain melebar dari posisi awal di tengah dengan bermain sebagai penyerang sayap jelas berbeda. Posisi favorit Oezil tetap di belakang penyerang. Di posisi itu ia mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, apalagi jika kebebasannya dalam menjelahah setiap jengkal lapangan tidak dibatasi seperti musim ini. 

Kemampuan Oezil memainkan umpan cepat satu-dua seringkali memudahkan para pemain Arsenal mengatasi kepadatan area tengah. Oezil dapat melakukan ini di mana saja, namun di tengahlah kemampuannya yang ini sangat diperlukan. Dan dengan bermain di tengah pula ia dapat menjelajah. Oezil bermain di tengah, selain itu, tidak hanya baik bagi dirinya sendiri. 

Olivier Giroud diuntungkan dengan umpan-umpan terukur Oezil. Dengan kemampuan turun ke dalam dan menahan bola, ia membantu Oezil memasuki kotak penalti. Kombinasi umpan terobosan Oezil dan kecepatan lari Theo Walcott membuat kedua pemain saling memanjakan satu sama lain. Bermain melebar ke kiri berarti Oezil membuka ruang untuk Alexis Sanchez yang gemar melakukan gerakan memotong ke dalam. Melebar ke kanan adalah membuka jalan masuk ke kotak penalti untuk Aaron Ramsey dan insting mencetak golnya. Secara taktikal menempatkan Oezil di belakang penyerang dan memberinya kebebasan berekspresi adalah pilihan terbaik. 

“Soal bakat, saya rasa ia adalah pemain yang sangat- sangat kolektif,” ujar Wenger sebagaimana dikutip dari The Guardian. “Ia pemuda yang sangat hormat. Jika Anda memintanya melakukan sesuatu, ia akan melakukannya. Saya rasa bakatnya luar biasa. Fantastis. Kadang saya rasa ia mengorbankan dirinya untuk kesebelasan. Ia bermain di celah antara lini tengah dan penyerang. Ia bagian vital di sana. Ketika ia memiliki bola di sepertiga akhir lapangan, ia mencetak lebih banyak assist dari siapa pun. Di sana ia vital.” 

Tanpa bola pun Oezil sebenarnya sangat berguna karena ia membuka ruang untuk rekan-rekannya dan memecah aturan lini belakanglawan dalam prosesnya. Bersama bola, ia jauh lebih berguna. 

Lebih banyak ruang untuk bergerak juga berarti lebih banyak kemungkinan untuk mencetak assist. Hasilnya adalah sepuluh assist yang menjadikan Oezil pemain paling berbahaya di luar para pencetak gol. 

Oezil, dengan rataan satu assist per 2,46 pertandingan (dari 59 pertandingan), adalah pemain dengan rataan assist per pertandingan Premier League terbaik sepanjang masa. Lebih baik dari Eric Cantona (156 pertandingan, satu assist per 2,79 pertandingan), Cesc Fabregas (258/2,9), David Silva (167/3,21) dan Jose Antonio Reyes (69/3,29).

Jadi, dari apa yang sudah Oezil perlihatkan pada musim ini dan statistik telah menunjukkanya, jangan ragu jika anda ingin mengatakan bahwa raja assist saat ini adalah Mesut Oezil.